Aku ngerasa bosan banget akhir-akhir ini. Bosan dengan semua rutinitas hidupku. Bosan dengan apa yang kuhadapi setiap hari. Bosan dengan kehampaan hati ini. Bosan dengan kesendirianku selama ini. Really...really boring. Sumpah!!!! aku sendiri bingung. Sebenernya apa yang aku inginkan. Ga ada yang bisa memberiku sedikit saja semangat. Sedikit saja inspirasi untuk berbuat. Akhir-akhir ini hari-hari ku laksana robot. Mengerjakan segala rutinitas pekerjaan tanpa nyawa. Hanya menyelesaikan tapi tidak menjiwai apa yang aku lakukan.
Ya Alloh...apa sih yang sedang terjadi pada diriku ini???????
It's all about me. aku adalah aku, yang kadang aku pun tak mengerti siapa aku, bagaimana aku dan apa mauku.
Selasa, 21 Desember 2010
Kamis, 16 Desember 2010
something wrong...
Ya Alloh...something wrong is happened in my life recently. Aku sangat tidak menyukai kondisi ini. Sudah sangat lama aku tak merasakannya lagi. Terlalu lama malah hingga aku lupa kapan terakhir kali aku merasakannya. Tapi aku takut Ya Alloh...sangat takut...lebih takut dari yang pernah ada sebelumnya. Aku takut kecewa ya Robb. Aku takut sakit hati, lagi. Aku takut melangkah karena aku takut jatuh. Sebab tak mudah menyembuhkan luka karena salah melangkah.
Ya Alloh...aku mulai memikirkan seseorang.Seseorang yang jauh dari kriteriaku selama ini. Ah ...untuk membahasnya saja aku takut... Terlalu banyak hal yang harus ku pertimbangkan sebelum aku bisa dengan tenang mempertimbangkan nama itu. Keluargaku, karierku, pendidikanku dan masih banyak hal yang harus kupikir ulang.
Ya Alloh...aku mulai memikirkan seseorang.Seseorang yang jauh dari kriteriaku selama ini. Ah ...untuk membahasnya saja aku takut... Terlalu banyak hal yang harus ku pertimbangkan sebelum aku bisa dengan tenang mempertimbangkan nama itu. Keluargaku, karierku, pendidikanku dan masih banyak hal yang harus kupikir ulang.
Label:
Rajutan
Minggu, 05 Desember 2010
g e l i sa h...
aku gelisah...banget...
tapi aku juga bingung buat ngungkapinnya. yang jelas saat ini aku takut banget pamali dengan penilaianku selama ini terhadap sekitar. Dulu aku selalu bilang kalo cowok yang usianya lebih muda dari aku, selalu aku anggap anak kecil. Aku tidak pernah berminat untuk menjalin hubungan dengan cowok2 brondong yang masih muda itu. Dulu sewaktu seorang temen dapat suami yang lebih muda 4 tahun, aku selalu meledeknya. Tapi kini??? aku takut kalo itu akan terjadi padaku. Mungkin bahkan bisa lebih parah lagi...
duh....yang jelas sekarang I don't like the situation...
tapi aku juga bingung buat ngungkapinnya. yang jelas saat ini aku takut banget pamali dengan penilaianku selama ini terhadap sekitar. Dulu aku selalu bilang kalo cowok yang usianya lebih muda dari aku, selalu aku anggap anak kecil. Aku tidak pernah berminat untuk menjalin hubungan dengan cowok2 brondong yang masih muda itu. Dulu sewaktu seorang temen dapat suami yang lebih muda 4 tahun, aku selalu meledeknya. Tapi kini??? aku takut kalo itu akan terjadi padaku. Mungkin bahkan bisa lebih parah lagi...
duh....yang jelas sekarang I don't like the situation...
Label:
Rajutan
Kamis, 18 November 2010
English Cas..Cis..Cus...
Gw pengen banget bisa ngomong bahasa inggris cas cis cus ....Pokoknya bisa speaking dah. Ga harus 100 %, yang penting bisa ngerti bule ngomong apa dan bisa ngobrol sama bule tanpa blekak blekuk. Duh..gw tuh sering terpesona banget sama orang-orang yang bahasa inggrisnya dah lancar kayak prosotan TK.Secara...speaking gw jauh banget dah kalo dibandingin ma prosotan TK. Toefl sih boleh lumayan tinggi (Bukan sombong, tapi toefl gw dah 500++ lho), tapi kalo giliran mo ngomong pake bahasa inggris sama orang pasti deh ga bakal keliatan nilai toefl yang lumayan tinggi itu. Aje gile dah. Beberapa kali gw ditanya sama bule pas dikereta (waktu perjalanan bandung-kutoarjo) tapi gw selalu aja keliatan bloonnya kalo pas ngomong.
Kenapa gw terobsesi banget buat belajar ngomong inggris? tentu saja ada hal yang mendorong lah. Ini berkaitan sama obsesi gw berikutnya. Yaitu eh yaitu...gw pengen ke luar negeri. Entah itu buat jalan-jalan ato buat kuliah S3. Belum ada bayangan sih mau kemana, yang jelas sekarang mah persiapan bahasa aja dulu. Gw yakin bahwa bahasa inggris digunakan oleh banyak negara di luar sana. Secara ...bahasa internasional gt loh... so let hard study to learn english language...
Kenapa gw terobsesi banget buat belajar ngomong inggris? tentu saja ada hal yang mendorong lah. Ini berkaitan sama obsesi gw berikutnya. Yaitu eh yaitu...gw pengen ke luar negeri. Entah itu buat jalan-jalan ato buat kuliah S3. Belum ada bayangan sih mau kemana, yang jelas sekarang mah persiapan bahasa aja dulu. Gw yakin bahwa bahasa inggris digunakan oleh banyak negara di luar sana. Secara ...bahasa internasional gt loh... so let hard study to learn english language...
Label:
Obsesi
Senin, 06 September 2010
End Of Thesis
Alhamdulillah...akhirnya tesisku selesai juga. Segala kepenatan dan kebuntuan selama ini terjawab sudah. Sekarang tinggal nunggu wisuda....
Label:
Perjuangan
Sabtu, 24 Juli 2010
hopeless...
Today, i am so hopeless about love....
I am really afraid to be lonely....
lonely without friend, whithout love, without you
I really need you to cry on and to laugh together.
to make me fell better
to fullfill my heart with your love
I am really afraid to be lonely....
lonely without friend, whithout love, without you
I really need you to cry on and to laugh together.
to make me fell better
to fullfill my heart with your love
Label:
Rajutan
Selasa, 06 Juli 2010
Thesis part 4
Ya Alloh....aku mentok ngolah tesis. Gimana nih???? Bingung......!!!!!
Sebenernya apa yang salah sih??? aku tahu kalo aku salah, tapi ga tahu sebelah mana salahnya. Kok hasilnya tidak seperti yang aku inginkan. Kok ujung-ujungnya tidak sesuai dengan teori yang aku pegang. Tolong aku Ya Alloh. Dah berbulan-bulan ini aku mentok pada satu hal ini. Dan tidak ada progress sedikitpun. Padahal dah diburu buat sidang dan harus wisuda secepatnya. Apa yang harus kulakukan lagi ya??? Aku harus konsultasi ke siapa ya. Mo ke pembimbing? ah rasanya dah hopeless. Palingan juga bu prof sebagai pembimbing petama hanya akan bilang " sok dibaca lagi teorinya". Untuk pembimbing dua pun kayaknya lebih hopeles. Emang sih kalo dalam hal software, pembimbing dua-ku patut dapet empat jempol. Tapi sorry to say, kayaknya teori tentang tesisku, beliau kurang paham deh. Mau ke konsultan statistik, kayaknya malah lebih hopeless lagi. Bukan bermaksud melecehkan. Tapi kayaknya mereka malah ga ngerti sama sekali tentang materi yang ku bahas sekarang. Konsultan statistik kan palingan buat mahasiswa2 jurusan sosial yang statistiknya cekak. Jangan2 malah aku yang harus ngajarin mereka kalo aku kesama. Ato jangan2 malah diajak gabung sekalian sebagai konsultan. Hehehehe...Inilah bedanya skripsi S1 dan tesis S2. Pembimbing bukanlah malaikat serba tahu yang selalu akan memberi jawaban memuaskan setiap kali ditanya. Tesis adalah pelajaran kemandirian yang paling berharga. Belajar sendiri, bingung sendiri, nyari referensi sendiri, puyeng sendiri dan ujung-ujungnya stress sendiri. Yah Beginilah tesis. Kapan perjuangan ini akan berakhir....????? Tesis aja dah kayak gini apalagi disertasi ya? Huwaaa....ga bisa bayangin, apalagi yang ngambil S3 statistik juga. Kan harus nemuin teori baru. Ini aja cuma ngulas teori yang udah ada puyeng banget, apalagi nemuin teori baru. Kalo inget tesis yang ampun-ampuanan kayak gini, rasanya males ngelanjutin S3. Tapi hasrat itu tetap masih ada walau kadang aku ngerasa ga sanggup. Ah...mikir S3 ntar dulu lah. Sekarang kelarin aja dulu perjuangan tesis yang udah dipanggil-panggil buat wisuda. Ya Alloh...give me inspiration and Your Help. Please....
Sebenernya apa yang salah sih??? aku tahu kalo aku salah, tapi ga tahu sebelah mana salahnya. Kok hasilnya tidak seperti yang aku inginkan. Kok ujung-ujungnya tidak sesuai dengan teori yang aku pegang. Tolong aku Ya Alloh. Dah berbulan-bulan ini aku mentok pada satu hal ini. Dan tidak ada progress sedikitpun. Padahal dah diburu buat sidang dan harus wisuda secepatnya. Apa yang harus kulakukan lagi ya??? Aku harus konsultasi ke siapa ya. Mo ke pembimbing? ah rasanya dah hopeless. Palingan juga bu prof sebagai pembimbing petama hanya akan bilang " sok dibaca lagi teorinya". Untuk pembimbing dua pun kayaknya lebih hopeles. Emang sih kalo dalam hal software, pembimbing dua-ku patut dapet empat jempol. Tapi sorry to say, kayaknya teori tentang tesisku, beliau kurang paham deh. Mau ke konsultan statistik, kayaknya malah lebih hopeless lagi. Bukan bermaksud melecehkan. Tapi kayaknya mereka malah ga ngerti sama sekali tentang materi yang ku bahas sekarang. Konsultan statistik kan palingan buat mahasiswa2 jurusan sosial yang statistiknya cekak. Jangan2 malah aku yang harus ngajarin mereka kalo aku kesama. Ato jangan2 malah diajak gabung sekalian sebagai konsultan. Hehehehe...Inilah bedanya skripsi S1 dan tesis S2. Pembimbing bukanlah malaikat serba tahu yang selalu akan memberi jawaban memuaskan setiap kali ditanya. Tesis adalah pelajaran kemandirian yang paling berharga. Belajar sendiri, bingung sendiri, nyari referensi sendiri, puyeng sendiri dan ujung-ujungnya stress sendiri. Yah Beginilah tesis. Kapan perjuangan ini akan berakhir....????? Tesis aja dah kayak gini apalagi disertasi ya? Huwaaa....ga bisa bayangin, apalagi yang ngambil S3 statistik juga. Kan harus nemuin teori baru. Ini aja cuma ngulas teori yang udah ada puyeng banget, apalagi nemuin teori baru. Kalo inget tesis yang ampun-ampuanan kayak gini, rasanya males ngelanjutin S3. Tapi hasrat itu tetap masih ada walau kadang aku ngerasa ga sanggup. Ah...mikir S3 ntar dulu lah. Sekarang kelarin aja dulu perjuangan tesis yang udah dipanggil-panggil buat wisuda. Ya Alloh...give me inspiration and Your Help. Please....
Label:
Perjuangan
Kamis, 01 Juli 2010
Next Obsesion...
Aku pengen ke Jepang...!!!!!
Katakanlah ini adalah obsesiku selanjutnya setelah obsesi S2 dan menjadi sunda people terwujud. Sebenernya kalo yang obsesi S2 emang udah bener-bener terwujud, cuma tinggal gelar Master yang belum terwujud. InsyaAlloh beberapa bulan lagi, obsesi S2 menjadi sempurna dengan gelar Master di belakang namaku. Nah untuk obsesi menjadi "sunda people" bisa dibilang belum terwujud. Tapi lumayanlah udah setahun ini bisa bergaul dan banyak bicara bahasa sunda. Secara...S2 ku di Bandung gitu loh. Jadi dah berasa jadi orang sunda beneran gitu loh.....hehehehe....(maksa.com)
Now...next obsesion adalah Jepang. Kalo ga bisa S3 disana, yah setidaknya aku pengen banget menginjakkan kakiku di negeri sakura itu. Sekali lagi...ga ada alasan mendasar kenapa aku pengen sekali ke Jepang. Sama tidak mendasarnya dengan keinginanku jadi orang sunda. Entahlah. Kadang emang kecintaan akan sesuatu tidak memerlukan alasan bertele-tele. Kalo suka ya suka aja. Kalo pengen ya pengen aja. Ga harus ada alasan. Aku bukan penyuka komik jepang, bukan penyuka makanan jepang, bukan penyuka artis jepang, tapi entah mengapa everything about Japan feel so wonderfull. Duh Gusti Kang Murbeng Dumadi, Gusti Alloh pengabul segala doa hambaNya. Kabulkanlah keinginanku untuk bisa ke Jepang. Amiiin.
Katakanlah ini adalah obsesiku selanjutnya setelah obsesi S2 dan menjadi sunda people terwujud. Sebenernya kalo yang obsesi S2 emang udah bener-bener terwujud, cuma tinggal gelar Master yang belum terwujud. InsyaAlloh beberapa bulan lagi, obsesi S2 menjadi sempurna dengan gelar Master di belakang namaku. Nah untuk obsesi menjadi "sunda people" bisa dibilang belum terwujud. Tapi lumayanlah udah setahun ini bisa bergaul dan banyak bicara bahasa sunda. Secara...S2 ku di Bandung gitu loh. Jadi dah berasa jadi orang sunda beneran gitu loh.....hehehehe....(maksa.com)
Now...next obsesion adalah Jepang. Kalo ga bisa S3 disana, yah setidaknya aku pengen banget menginjakkan kakiku di negeri sakura itu. Sekali lagi...ga ada alasan mendasar kenapa aku pengen sekali ke Jepang. Sama tidak mendasarnya dengan keinginanku jadi orang sunda. Entahlah. Kadang emang kecintaan akan sesuatu tidak memerlukan alasan bertele-tele. Kalo suka ya suka aja. Kalo pengen ya pengen aja. Ga harus ada alasan. Aku bukan penyuka komik jepang, bukan penyuka makanan jepang, bukan penyuka artis jepang, tapi entah mengapa everything about Japan feel so wonderfull. Duh Gusti Kang Murbeng Dumadi, Gusti Alloh pengabul segala doa hambaNya. Kabulkanlah keinginanku untuk bisa ke Jepang. Amiiin.
Label:
Obsesi
Menanti Cinta
Tulisan ini sebenernya hanyalah sebuah teks lagu Ost. Ketika Cinta Bertasbih ciptaan Melly Goeslow.
Kenapa aku tuliskan di blog ku? Karena isinya gw banget....hehehe..
Menanti Cinta
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun guru mampu menjawab
Hanya pada-Mu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana manantikan cinta dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Namun harus kuikhlaskan semua kasih cintaku Pada-Mu
Kenapa aku tuliskan di blog ku? Karena isinya gw banget....hehehe..
Menanti Cinta
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun guru mampu menjawab
Hanya pada-Mu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana manantikan cinta dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Namun harus kuikhlaskan semua kasih cintaku Pada-Mu
Label:
Rajutan
Sabtu, 08 Mei 2010
Lampu Merah Hikmah
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack
segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu
perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup
lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati
Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter
menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia
berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem
mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya
berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.
Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia
melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jack.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri
saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan
anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh
terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu
merah di persimpangan ini.”
O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.
Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta
sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”
Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup
kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa
saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan
penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup
untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.
Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela.
Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa
ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru
Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.
“Halo Jack,
Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia
sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.
Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu
dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah
tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan
mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu
juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah.
Bob”
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob
sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia
mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya
dimaafkan.
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa
jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga,
jalanilah dengan penuh hati-hati.
segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu
perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup
lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati
Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter
menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia
berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem
mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya
berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.
Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia
melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jack.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri
saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan
anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh
terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu
merah di persimpangan ini.”
O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.
Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta
sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”
Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup
kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa
saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan
penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup
untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.
Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela.
Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa
ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru
Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.
“Halo Jack,
Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia
sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.
Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu
dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah
tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan
mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu
juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah.
Bob”
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob
sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia
mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya
dimaafkan.
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa
jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga,
jalanilah dengan penuh hati-hati.
Label:
Inspirasi
Senin, 22 Maret 2010
Kangeeeeennnn.........
Aku kangen banget sama Syifa. Kangeeeennn buanget!!!! Pengen rasanya pulang ke Purworejo lagi. Padahal baru seminggu yang lalu pulang kampung, sekarang rasanya dah pengen pulang lagi. Pasti sekarang Syifa dah tambah pinter dan juga dah mulai banyak gerak. Budhe kangeeen banget, nak. Budhe rela deh diompolin tiap hari. Budhe rela deh disuruh sering-sering gendong Syifa kalo bunda udah capek. Pokoknya budhe rela deh demi Syifa. Ntar kalo Syifa dah gedhe, jadi anak yang sholeheh ya. Jadi anak yang pinter, yang berbakti sama orang tua dan selalu membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua.Syifa harus bisa lebih baik dari ayah bunda ataupun budhe.Kalo ayah bunda cuma tamat S1 dan budhe InsyaAlloh bisa S2, maka Syifa harus bisa lebih tinggi dari itu. Ya nak Yach? InsyaAlloh ya nak,Budhe selalu berdoa buat Syifa.
Label:
Rajutan
Rabu, 03 Maret 2010
syifa...
So excited...itu kurasain ketika pertama kali jadi seorang budhe. Ini baru jadi budhe, gimana kalo jadi ibu yak? pasti what a wonderfull!!!!
29 Januari 2010, seorang putri cantik lahir dari rahim adekku. Anak pertama untuk keluarga adekku dan cucu pertama bagi kedua orang tuaku. Bahagia, tentu saja. Walapun kelahirannya maju 16 hari, tetep aja itu tidak mengurangi kebahagiaan keluargaku. Dan beberapa hari kemudian, sebuah nama cantikpun di launching.
Arumayu Yuwei Aurasyifa. Aku lebih suka memanggilnya Syifa, tapi kalo ayahnya (adik iparku) lebih suka memanggilnya Yuwei. Maklum, dia punya obsesi kejepang2an gitu. hehehehehe.
Sekarang syifa dah berumur satu bulan. rasanya nganenin banget. pengen selalu pulang ke purworejo, selain ketemu ortu, juga ketemu Syifa.
Minggu-minggu ini aku kangen sama Syifa. Semalem bapak ngirimin foto-foto syifa lewat mms. Lucu banget, jadi pengen pulang. Tapi apa daya, kayaknya harus nahan seminggu lagi biar bisa pulang. Maklum ga libur. Minggu depan juga sebenernya ga libur, tapi emang niat pengen bolos sehari.
Jadi budhe baru ternyata nyenengin, jadi pengen punya anak sendiri....
29 Januari 2010, seorang putri cantik lahir dari rahim adekku. Anak pertama untuk keluarga adekku dan cucu pertama bagi kedua orang tuaku. Bahagia, tentu saja. Walapun kelahirannya maju 16 hari, tetep aja itu tidak mengurangi kebahagiaan keluargaku. Dan beberapa hari kemudian, sebuah nama cantikpun di launching.
Arumayu Yuwei Aurasyifa. Aku lebih suka memanggilnya Syifa, tapi kalo ayahnya (adik iparku) lebih suka memanggilnya Yuwei. Maklum, dia punya obsesi kejepang2an gitu. hehehehehe.
Sekarang syifa dah berumur satu bulan. rasanya nganenin banget. pengen selalu pulang ke purworejo, selain ketemu ortu, juga ketemu Syifa.
Minggu-minggu ini aku kangen sama Syifa. Semalem bapak ngirimin foto-foto syifa lewat mms. Lucu banget, jadi pengen pulang. Tapi apa daya, kayaknya harus nahan seminggu lagi biar bisa pulang. Maklum ga libur. Minggu depan juga sebenernya ga libur, tapi emang niat pengen bolos sehari.
Jadi budhe baru ternyata nyenengin, jadi pengen punya anak sendiri....
Label:
Rajutan
Senin, 01 Maret 2010
lucky day...
Hari ini ada kuis dadakan. aku ga belajar sama sekali. tiap kuliah juga ga merhatiin. Mahasiswa bandel ya kayak gini. Tapi untungnya aku selalu ngerjain tugas kalo pas ada tugas dari dosen. Dan tau ga sih, kuisnya diambil dari tugas yang udah pernah kukerjain dulu. Udah 2 minggu yang lalu tuh tugas dikumpul dan hari ini salah satu nya dijadiin soal kuis. Walaupun aku ngerjain tugas sendiri, tetep aja lah aku lupa apa yang pernah kutulis.
Dan Alhamdulillah, ternyata Alloh emang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, apalagi sama mahasiswa dengan IP pas-pasan kayak aku ini. Untungnya saat kuis dadakan itu, kebetulan kelasku kuliahnya di lab komputer. Aku pun inget kalo aku pernah ngirim hasil tugasku itu ke seorang temen lewat email. Dan akhirnya, kubukalah email dengan komputer dimejaku dan aku sukses menyalin dari layar komputer. Hore!!!!!
Mungkin pembaca pada mikir, ya elah...nyontek aja bangga!!! Sebenernya bukan bangga, cuma menurutku, kalo jadi mahasiswa tuh harus kreatif. ya kayak aku ini. Kalo nyadar ga pinter dan pelupa, janganlah juga ga kreatf. Lagian kan itu juga ga nyontek-nyontek amat. Kan hasil kerjaku sendiri juga yang kusalin. hehehehehe.
Sebenernya ini semua juga ga lepas dari faktor lucky. Untung soalnya adalah soal tugas yang pernah kukerjain. Untung kuliahnya di lab komputer. Untung juga komputer lab bisa akses internet. Untung juga aku pernah ngirim jawabanku lewat email. Bayangin aja kalo itu semua ga terjadi. Pastilah gw bengong dengan sukses. hehehehehe.
Dan Alhamdulillah, ternyata Alloh emang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, apalagi sama mahasiswa dengan IP pas-pasan kayak aku ini. Untungnya saat kuis dadakan itu, kebetulan kelasku kuliahnya di lab komputer. Aku pun inget kalo aku pernah ngirim hasil tugasku itu ke seorang temen lewat email. Dan akhirnya, kubukalah email dengan komputer dimejaku dan aku sukses menyalin dari layar komputer. Hore!!!!!
Mungkin pembaca pada mikir, ya elah...nyontek aja bangga!!! Sebenernya bukan bangga, cuma menurutku, kalo jadi mahasiswa tuh harus kreatif. ya kayak aku ini. Kalo nyadar ga pinter dan pelupa, janganlah juga ga kreatf. Lagian kan itu juga ga nyontek-nyontek amat. Kan hasil kerjaku sendiri juga yang kusalin. hehehehehe.
Sebenernya ini semua juga ga lepas dari faktor lucky. Untung soalnya adalah soal tugas yang pernah kukerjain. Untung kuliahnya di lab komputer. Untung juga komputer lab bisa akses internet. Untung juga aku pernah ngirim jawabanku lewat email. Bayangin aja kalo itu semua ga terjadi. Pastilah gw bengong dengan sukses. hehehehehe.
Label:
Rajutan
Rabu, 24 Februari 2010
thesis part 3
Maklum aja ya, sekarang lagi hot-hot nya masalah thesis. jadi wajar aja kalo aku curhat masalah itu terus. Bukan bermaksud narsis, cuma sekedar curhat. walaupun..capek deh...!!!!!! buat pembaca yang bosen, ya ga usah dibaca.
Malam ini aku kembali berkutat dengan jurnal-jurnal dan berusaha memahaminya. entah mengapa semaikin banyak jurnal dibaca kok rasanya malah aku ga tahu apa-apa. Busyet dah. Selama ini gw kuliah kemana aja ya? hehehehe
Duh Ya Alloh....kok bikin thesis susah banget sih. Padahal ini belum mulai lho, baru nyoba nyari inspirasi dan referensi. Gimana kalo dah mulai. Tiap baca jurnal tentang topik yang aku inginkan rasanya kok ilmunya tinggi banget. Ya iyalah...kenapa gw pake acara heran, yang nyusun jurnal itu kan udah kelas profesor semua. Gimana ilmu gw ga kerendahan dan ilmu mereka ga ketinggian? Duh mulai carles deh gw. cari alesan gt loh.
Tiap dosen ngajar sebenernya ada beberapa dari mereka yang udah mengusulkan topik theis buat mahasiswanya. Kok rasanya mereka nyari topik tuh gampang banget ya? kali aja liat mahasiswanya pada bengong udah bisa jadi topik thesis tuh. hehehehe.
Kalo kata temen, si topik susah banget ya dicari. Dah dicari ke kantor polisi juga kagak ada. Lagi blanja dulu kali ya dia? hehehehe. Itulah kata-kata orang stress dan kehabisan ide.
Duh topik...topik....
Jadi inget, dulu aku ditinggalin sama topik, sekarang karena lagi butuh, makanya kucari-cari deh tuh topik.
Kata jurusan, hari senin adalah deadline pengumpulan proposal thesis. Ini dah malem kamis. Kok cepet banget ya? Belum siap nih. Rasanya susah banget mengumpulkan ide yang berserakan dikepalaku ini. Ujung2 nya kalo dah stress gini akhirnya malah posting buat blog. hehehehe.
Sekali lagi.....capek deh!!!!
Malam ini aku kembali berkutat dengan jurnal-jurnal dan berusaha memahaminya. entah mengapa semaikin banyak jurnal dibaca kok rasanya malah aku ga tahu apa-apa. Busyet dah. Selama ini gw kuliah kemana aja ya? hehehehe
Duh Ya Alloh....kok bikin thesis susah banget sih. Padahal ini belum mulai lho, baru nyoba nyari inspirasi dan referensi. Gimana kalo dah mulai. Tiap baca jurnal tentang topik yang aku inginkan rasanya kok ilmunya tinggi banget. Ya iyalah...kenapa gw pake acara heran, yang nyusun jurnal itu kan udah kelas profesor semua. Gimana ilmu gw ga kerendahan dan ilmu mereka ga ketinggian? Duh mulai carles deh gw. cari alesan gt loh.
Tiap dosen ngajar sebenernya ada beberapa dari mereka yang udah mengusulkan topik theis buat mahasiswanya. Kok rasanya mereka nyari topik tuh gampang banget ya? kali aja liat mahasiswanya pada bengong udah bisa jadi topik thesis tuh. hehehehe.
Kalo kata temen, si topik susah banget ya dicari. Dah dicari ke kantor polisi juga kagak ada. Lagi blanja dulu kali ya dia? hehehehe. Itulah kata-kata orang stress dan kehabisan ide.
Duh topik...topik....
Jadi inget, dulu aku ditinggalin sama topik, sekarang karena lagi butuh, makanya kucari-cari deh tuh topik.
Kata jurusan, hari senin adalah deadline pengumpulan proposal thesis. Ini dah malem kamis. Kok cepet banget ya? Belum siap nih. Rasanya susah banget mengumpulkan ide yang berserakan dikepalaku ini. Ujung2 nya kalo dah stress gini akhirnya malah posting buat blog. hehehehe.
Sekali lagi.....capek deh!!!!
Label:
Perjuangan
Rabu, 17 Februari 2010
thesis part 2
Dah beberapa minggu ini ada sebuah topik yang ga pernah basi buat dibahas. Sebagian temen rajin banget bahas topik ini, tapi sebagian yang lain malah seolah males banget bahas topik ini. Mungkin aku termasuk kelompok yang kedua. Thesis....yeah thesis. Minggu-minggu ini temen2 lagi pada sibuk nyari topik thesis, temasuk aku. Nah lo, katanya males bahas thesis, tapi kok tetep nyari topik??? Ya iyalah, walaupun aku dah ilfil masalah pembicaraan tentang thesis, tetep aja aku harus meluangkan waktuku buat nyari tuh topik. Aku kan tetep pengen jadi master. duh topik...topik...dimana sih kamu???
Tiap hari kerjaanku online. Kerjaan utama sih ngobrak-abrik tuh isi simbah google dan googlescholar. Ngobrak-abrik facebook tentu aja ga ketinggalan. hehehehe. Tujuannya sih cuma satu, nyari referensi. syukur2 kalo dapat jurnal yang gratis. Tp ternyata di negaraku Indonesia ini dapat journal gratis via internet itu cuma mimpi. Mungkin kata penulis jurnal itu " enak aja gratis, beli donk....!!!" Tapi eh tapi....saat ini aku kan cuma mahasiswa miskin yang sayang duit buat beli jurnal. Pokoknya mah, hidup gratisan!!!! Untung aja ada kakak angkatan yang dengan baik hati menurunkan sekumpulan jurnal buat adek2 angkatan yang miskin ini. Kayaknya juga dia dapat dari pendahulunya. Jadi mahasiswa emang harus tolong menolonglah. termasuk dalam urusan per-jurnalan.
Dan singkat cerita....aku dengan semangat empat lima mengubek-ubek file berukuran 22 GB yang isinya jurnal dan e-book itu. Dan hasilnya adalah........aku pengen muntah saudara-saudara!!! Tiap baca jurnal yang kupikirin cuma satu " kok bisa ya, nih orang nulis beginian????????" Otak ku rasanya ga nyampe deh. Mengartikan tulisan-tulisan di jurnal yang berbahasa inggris itu aja aku dah pusing, apalagi disuruh memahami? Gimana gw ga mabok. Udah gitu dari ratusan jurnal yang kutelusuri, ga da satupun yang sesuai dengan topik yang aku inginkan. Weleh...makin hopeless.
Ini nih yang namanya perjuangan sesungguhnya. Aku bingung mo nyari kemana lagi. Apa aku perlu banting setir ya buat ngerubah topikku. Masalahnya kata ketua jurusan, kalo bikin thesis harus punya referensi journal biar lebih valid. Jadi kumaha atuh????? Mau banting setir kemana lagi, orang belum ada ide yang lain juga. aduh makkkkkkkk...........kapan ini semua berakhir. Aku pengen cepet wisuda. Ada ga ya yang buka kelas non thesis???????
Tiap hari kerjaanku online. Kerjaan utama sih ngobrak-abrik tuh isi simbah google dan googlescholar. Ngobrak-abrik facebook tentu aja ga ketinggalan. hehehehe. Tujuannya sih cuma satu, nyari referensi. syukur2 kalo dapat jurnal yang gratis. Tp ternyata di negaraku Indonesia ini dapat journal gratis via internet itu cuma mimpi. Mungkin kata penulis jurnal itu " enak aja gratis, beli donk....!!!" Tapi eh tapi....saat ini aku kan cuma mahasiswa miskin yang sayang duit buat beli jurnal. Pokoknya mah, hidup gratisan!!!! Untung aja ada kakak angkatan yang dengan baik hati menurunkan sekumpulan jurnal buat adek2 angkatan yang miskin ini. Kayaknya juga dia dapat dari pendahulunya. Jadi mahasiswa emang harus tolong menolonglah. termasuk dalam urusan per-jurnalan.
Dan singkat cerita....aku dengan semangat empat lima mengubek-ubek file berukuran 22 GB yang isinya jurnal dan e-book itu. Dan hasilnya adalah........aku pengen muntah saudara-saudara!!! Tiap baca jurnal yang kupikirin cuma satu " kok bisa ya, nih orang nulis beginian????????" Otak ku rasanya ga nyampe deh. Mengartikan tulisan-tulisan di jurnal yang berbahasa inggris itu aja aku dah pusing, apalagi disuruh memahami? Gimana gw ga mabok. Udah gitu dari ratusan jurnal yang kutelusuri, ga da satupun yang sesuai dengan topik yang aku inginkan. Weleh...makin hopeless.
Ini nih yang namanya perjuangan sesungguhnya. Aku bingung mo nyari kemana lagi. Apa aku perlu banting setir ya buat ngerubah topikku. Masalahnya kata ketua jurusan, kalo bikin thesis harus punya referensi journal biar lebih valid. Jadi kumaha atuh????? Mau banting setir kemana lagi, orang belum ada ide yang lain juga. aduh makkkkkkkk...........kapan ini semua berakhir. Aku pengen cepet wisuda. Ada ga ya yang buka kelas non thesis???????
Label:
Perjuangan
Minggu, 14 Februari 2010
thesis
Dah delapan bulan perkuliahan kujalani. Hanya kurang 6 bulan lagi dari ikatan dinasku untuk menyelesaikan master. Ga kerasa udah lebih dari setengah perjalanan meraih gelar master kulalui. Dan satu perjuangan yang cukup berat harus mulai kuhadapi. thesis!!! sekali lagi, Thesis!!!
Rasanya baru kemarin aku pontang-panting ngurus skripsi yang hanya kukerjakan dalam waktu 2 bulan karena beberapa kali ganti topik. Saat-saat paling berat dalam dunia perkuliahan S1. Capek tenaga dan pikiran.Suer........cuapek buanget.
Kini aku udah harus mempersiapkan thesis yang dalam beberapa bulan kedepan udah harus diseminarkan. Duh siap ga siap rasanya. Masih rada kapok sama urusan karya tulis gara-gara bikin skripsi dulu. Bikin skripsi aja udah kaya gitu, gimana kalo thesis ya? Wah bakal nangis lagi kayaknya aku. Aku nangis karena udah saking stressnya. Wah tapi kok malah jadi mikir yang jeleknya dulu sih! Ngajuin proposal aja belum. Kan belum tahu juga bakal diterima ato ditolak.
Rencana thesisku sih masih bahas hal yang sama dengan skripsi. Critanya sih nerusin gitu. Kalo dulu masih untuk level S1, sekarang sih yang lebih advance gt. Pengennya pengembangan, maksudnya karena basic pas S1 dah lumayan. Tapi ternyata ketika nyari bahan-bahan buat thesisku, ternyata topik itu ga semudah yang kubayangin. Ya iyalah....lagian berani-beraninya ngayal kalo bikin thesis itu gampang. hehehehe
Sebenernya aku agak pesimis sih. mau diapain lagi. emang aku orangnya kebanyakan pesimis daripada optimis. aneh kan? aku cuma takut kalo terlalu optimis malah hasilnya ga bagus dan ga sesuai harapan. So jalani aja deh.
Rasanya baru kemarin aku pontang-panting ngurus skripsi yang hanya kukerjakan dalam waktu 2 bulan karena beberapa kali ganti topik. Saat-saat paling berat dalam dunia perkuliahan S1. Capek tenaga dan pikiran.Suer........cuapek buanget.
Kini aku udah harus mempersiapkan thesis yang dalam beberapa bulan kedepan udah harus diseminarkan. Duh siap ga siap rasanya. Masih rada kapok sama urusan karya tulis gara-gara bikin skripsi dulu. Bikin skripsi aja udah kaya gitu, gimana kalo thesis ya? Wah bakal nangis lagi kayaknya aku. Aku nangis karena udah saking stressnya. Wah tapi kok malah jadi mikir yang jeleknya dulu sih! Ngajuin proposal aja belum. Kan belum tahu juga bakal diterima ato ditolak.
Rencana thesisku sih masih bahas hal yang sama dengan skripsi. Critanya sih nerusin gitu. Kalo dulu masih untuk level S1, sekarang sih yang lebih advance gt. Pengennya pengembangan, maksudnya karena basic pas S1 dah lumayan. Tapi ternyata ketika nyari bahan-bahan buat thesisku, ternyata topik itu ga semudah yang kubayangin. Ya iyalah....lagian berani-beraninya ngayal kalo bikin thesis itu gampang. hehehehe
Sebenernya aku agak pesimis sih. mau diapain lagi. emang aku orangnya kebanyakan pesimis daripada optimis. aneh kan? aku cuma takut kalo terlalu optimis malah hasilnya ga bagus dan ga sesuai harapan. So jalani aja deh.
Label:
Perjuangan
dia????
Akhir-akhir ini, atau entah sudah beberapa tahun ini aku semakin merasa sendiri. Tahun demi tahun berganti, dan aku kian merasa sendiri. Apa yang salah? aku tak tahu. Aku bukan orang yang introvert, teman2ku banyak, tapi tiap kali aku berpisah dengan mereka, kesendirian ini kian terasa. Makin lama aku sadar, ada sesuatu yang kurang. Sesuatu yang sudah saatnya aku pikirkan. Bukan lagi sekedar mikirin karier dan pendidikan. Sesuatu itu adalah seseorang. Seseorang yang telah kunanti selama hampir 27 tahun. Tak ada seorangpun didunia ini yang tahu siapa dia. Sekarang dimana? Apa pekerjaannya? who knows??
Satu persatu orang yang singgah dihidupku yang pada awalnya kukira adalah dia. tapi ternyata aku salah. Mungkin aku juga salah kalo aku bilang aku salah. Siapa tahu salah satu dari mereka kelak akan menjadi dia. sekali lagi who knows?
Bohong banget kalo aku bilang kalo aku ga pernah mikirin hal ini. Bohong banget kalo aku bilang kalo aku ga berharap dia benar-benar segera hadir. Tapi rasanya terlalu sayang aku membuang waktuku hanya untuk mikirin dia. Karena masalah ini tak akan pernah ada yang bisa memecahkannya. Selalu mentok pada kata-kata " Jodoh itu di tangan Alloh". Hanya Dia yang tahu kapan saat yang tepat bagi dia untuk hadir di sisiku.
Satu persatu orang yang singgah dihidupku yang pada awalnya kukira adalah dia. tapi ternyata aku salah. Mungkin aku juga salah kalo aku bilang aku salah. Siapa tahu salah satu dari mereka kelak akan menjadi dia. sekali lagi who knows?
Bohong banget kalo aku bilang kalo aku ga pernah mikirin hal ini. Bohong banget kalo aku bilang kalo aku ga berharap dia benar-benar segera hadir. Tapi rasanya terlalu sayang aku membuang waktuku hanya untuk mikirin dia. Karena masalah ini tak akan pernah ada yang bisa memecahkannya. Selalu mentok pada kata-kata " Jodoh itu di tangan Alloh". Hanya Dia yang tahu kapan saat yang tepat bagi dia untuk hadir di sisiku.
Label:
Perjuangan
Selasa, 02 Februari 2010
Maaf tak akan pernah cukup!
Ada seorang anak laki-laki mempunyai sifat pemarah.Ia mudah marah dan berkata kasar pada orang lain.Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.Hari pertama anak itu telah memakukan 24 paku ke pagar setiap kali dia marah .Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia sadar bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sepenuhnya bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya.Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain.Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada … DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”
Apa hikmahnya?Memang maaf kadang bisa menyelesaikan masalah,tapi bukan berarti segera menyembuhkan luka.
Ada yang bilang"We can forgive but we can't forget"
Daripada meminta maaf lebih baik menghindari perbuatan buruk yang membuat kita perlu minta maaf.Tapi kalau sudah terlanjur, minta maaf jauh lebih baik.
revised from : Julian Patra 'Iyan' - Bambang Dwi Aguswidadi
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain.Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada … DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”
Apa hikmahnya?Memang maaf kadang bisa menyelesaikan masalah,tapi bukan berarti segera menyembuhkan luka.
Ada yang bilang"We can forgive but we can't forget"
Daripada meminta maaf lebih baik menghindari perbuatan buruk yang membuat kita perlu minta maaf.Tapi kalau sudah terlanjur, minta maaf jauh lebih baik.
revised from : Julian Patra 'Iyan' - Bambang Dwi Aguswidadi
Label:
Inspirasi
Manusia Mati Meninggalkan Apa, Membawa Apa ?
Gajah mati meninggalkan gading untuk perhiasan ratu. Harimau mati meninggalkan taring untuk asesoris raja. Manusia mati meninggalkan apa? Gigi? Untuk apa? Ternyata bukan. Kata peribahasa ‘Manusia mati meninggalkan nama’. Tentu bukan asal nama, tetapi nama besar. Masalahnya tidak semua orang mampu membuat namanya besar. Seperti Louis Pasteur yang menemukan teknologi membunuh bakteri, atau seperti Tsai Lun yang menemukan teknologi membuat kertas, atau seperti Mak Erot yang menemukan teknologi membesarkan burung.
Heboh 100 Nama Besar DuniaTahun 1978 dunia heboh dengan terbitnya buku berjudul “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History” tulisan Michael H. Hart. Mengapa heboh? Karena ranking pertama yang paling berpengaruh terhadap sejarah manusia, menurut Hart, adalah Muhammad.
Untuk lengkapnya, Top-10 adalah (urut ranking): 1) Muhammad, 2) Isaac Newton, 3) Jesus Christ, 4) Buddha, 5) Confucius, 6) St. Paul, 7) Ts’ai Lun, 8) Johann Gutenberg, 9) Christopher Columbus, 10) Albert Einstein.Sedangkan 90 nama berikutnya (urut abjad, untuk memudahkan pencarian): Adam Smith 30, Adolf Hitler 39, Alexander Fleming 43, Alexander Graham Bell 42, Alexander the Great 33, Antoine Laurent Lavoisier 20, Antony van Leeuwenhoek 36, Aristotle 13, Asoka 53, Augustus Caesar 18, Charlemagne 97, Charles Darwin 16, Constantine the Great 21, Cyrus the Great 87, Edward de Vere a.k.a. William Shakespeare 31, Edward Jenner 70, Enrico Fermi 76, Ernest Rutherford 56, Euclid 14, Francis Bacon 90, Francisco Pizarro 62, Galileo Galilei 12, Genghis Khan 29, George Washington 26, Gregor Mendel 58, Gregory Pincus 82, Guglielmo Marconi 38.Kemudian Henry Ford 91, Hernando Cortes 63, Homer 98, James Clerk Maxwell 24, James Watt 22, Jean-Jacques Rousseau 78, Johann Sebastian Bach 72, Johannes Kepler 75, John Calvin 57, John Dalton 32, John F. Kennedy 81, John Locke 44, Joseph Lister 60, Joseph Stalin 66, Julius Caesar 67, Justinian I 99, Karl Marx 27, Lao Tzu 73, Lenin 84, Leonhard Euler 77, Louis Daguerre 47, Louis Pasteur 11, Ludwig van Beethoven 45, Mahavira 100, Mani 83, Mao Zedong 89, Martin Luther 25, Max Planck 59, Mencius 92, Menes 96, Michael Faraday 23, Michelangelo 50, Mikhail Gorbachev 95, Moses 15, Napoleon Bonaparte 34, Nicolaus Copernicus 19, Nicoli Machiavelli 79, Nikolaus August Otto 61, Oliver Cromwell 41, Orville and Wilbur Wright 28, Peter the Great 88, Plato 40, Pope Urban II 51, Queen Elizabeth I 94, Queen Isabella I 65, Rene Descartes 49, Shih Huang Ti 17, Sigmund Freud 69, Simon Bolivar 48, St. Augustine 54, Sui Wen Ti 85, Thomas Edison 35, Thomas Jefferson 64, Thomas Malthus 80, ‘Umar ibn al-Khattab 52, Vasco da Gama 86, Voltaire 74, Werner Heisenberg 46, Wilhelm Conrad Roentgen 71, William Harvey 55, William T.G. Morton 37, William the Conqueror 68, Zoroaster 93.
Mengapa Hart yang non-Muslim menempatkan Muhammad di ranking 1? Karena, menurut dia, banyak manusia yang punya pengikut yang sangat besar selain Muhammad. Ada Jesus Christ, ada Buddha, ada Confucius. Tetapi yang mampu sekaligus menjadi politikus dan panglima militer hanyalah Muhammad the son of Abdullah. Alloohu Akbar!
Raja Diraja Dunia
Menurut riwayat Islam, raja yang hebat bukanlah Shi Huang Ti (urutan 17) yang walaupun berumur pendek 40an tahun tapi mampu membangun Tembok Besar Cina. Bukan pula raja-raja Imperium Romawi (urutan 18, 21, 67) yang pada zamannya adalah negara super-power.
Raja diraja dunia menurut riwayat Islam adalah Raja Namrud, Raja Buhtan Ashor, Raja Sulaiman, dan Raja Dzulqornain.Bagi lelaki Muslim yang ingin mengasah naluri keperwiraan, riwayat Dzulqornain yang di dunia Barat disebut Alexander The Great (urutan 33) perlu dipelajari untuk dijadikan dongeng pengantar tidur anak laki-laki. Saat menginjak aqil-balligh, dia belajar filsafat Aristoteles. Jadi bukan membaca sebangsa komik Crayon Sinchan. Saat umur 16an, permainannya adalah berburu singa. Jadi bukan bermain sebangsa gatrik, domino, atau Play Station. Walau umur hanya 32an tahun, tetapi jejak kebesaran yang ditinggalkannya, wah, Masya Allah.Dzulqornain yang arti harafiahnya ‘yang punya 2 tanduk’ adalah julukan seorang raja muda belia yang berkeliling menaklukkan dunia. Silahkan dikaji bacaan-makna-keterangan surat Al-Kahfi ayat 83 sampai dengan 98 tentang kedigjayaannya, tentang perjalanannya ke arah Timur, tentang melihat matahari yang terbenam di lumpur hitam, tentang teknologi ruaaarrr .....- biasa di masa itu: melelehkan tembaga-besi untuk memblokir kaum Yajuj-Majuj yang “dikubur hidup-hidup” diantara 2 gunung!Terjadilah kontroversi. Didalam Al-Quran jelas Dzulqornain menyembah Alloh. Sedangkan menurut sejarah dunia, Alexander The Great sang raja Macedonia menyembah dewa dan dewi. Di tulisan ini, Dzulqornain adalah ya Alexander itu. Argumen pertama, ada analogi riwayat dimana Raja Romawi Heraklius atau di hadits Bukhori disebut Hirokla di amar ma’ruf. Artinya, ya, Alexander awalnya menyembah berhala, tapi lalu bisa saja didalam perjalanannya mendapat hidayah, bukan? Argumen kedua, di Quran disebutkan Dzulqornain berjalan jauuuh ke arah Timur. Di sejarah disebutkan Alexander menaklukkan kerajaan-kekaisaran di Timur Macedonia, sampai menyeberang laut membabat-habis Kaisar Darius dari Persia, hingga ke perbatasan India. Argumen ketiga, diriwayatkan bahwa yang di Al-Quran disebut Dzulqornain, nama aslinya ternyata adalah Iskandar bin Failis. Amat sangat mirip alias sama dengan Alexander the son of Philips, bukan? Namun demikian, umpama saja ketiga argumen di tulisan ini kelak di kemudian hari ternyata keliru, ya sudah, istirja’ saja. Maapin.
Passive Rewards
Apakah manusia mati perlu meninggalkan nama besar? Ternyata enggak, tuh. Sabda Nabi: Idzaa maatal insaanu inqotho’a ‘anhu ‘amaluhuu illaa min tsalaatsin ‘ilmin yuntafa’u bih, wa waladin shoolih, wa shadaqotin jaariyah – Ketika manusia mati putuslah semua amalannya kecuali dari 3 perkara: ilmu yang bermanfaat, anak yang sholih dan shodaqoh jariyah.Berjuanglah untuk husnul khotimah mati dengan baik dan meninggalkan 3 perkara tadi, supaya walaupun sudah di alam kubur pahala terus mengalir, passive rewards. Berjuanglah untuk membela ‘nama baik’ taat agama, taat negara, taat ortu, taat suami, jangan untuk mendapatkan ‘nama besar’ agar terkenal. Ingin tersohor justru berbahaya terhadap niat Karena Alloh. Riya (ingin dilhat), sum’ah (ingin didengar). Ingat ahli perang yang ingin disebut jagoan? Ingat ahli sodaqoh yang ingin disebut dermawan? Ingat ahli ilmu yang ingin disebut orang pandai? BLUNG! Semuanya masuk neraka.
Meninggalkan vs Membawa
Di Surat Al-Baqoroh disebutkan 4 tahap yang dialami manusia, yaitu amwaat – mati sebagai air mani, lalu ahyaa – hidup seperti saat ini, lalu yumiit – dimatikan yang dapat terjadi setiap saat, dan terakhir yuhyii – dihidupkan kembali untuk menghadap Alloh. Nah, berdasarkan hal-hal diatas, yang penting ternyata bukan Checkout dari dunia meninggalkan apa, melainkan Checkin masuk ke alam kubur membawa apa.Tidak ada perintah agama bahwa manusia harus terkenal. Bahkan sebaliknya, tetaplah humble – merendahkan diri. Tidak boleh ada kultus individu. Tasbih-tahmid-takbir-tahlil hanya kepada Alloh dan sholawat hanya kepada Rosulullah. Tidak ada di hati sanubari penyaksian kebesaran manusia lain selain penyaksian kebesaran dua kalimah syahadat yang sehari 10 kali diucapkan. Dengan cara itulah agama Islam dapat terus dimurnikan. Indah sekali, bukan?Atas qodar Alloh, ternyata banyak yang memiliki nama besar. Tetapi untuk apa nama besar kedarahbiruan, keningratan, kesarjanaan, keproffesoran, kejenderalan, kekonglomeratan, keartisan, keaktoran, keselebritian, kepemudaan, ketokohan, keterkenalan, ketersohoran, kepangkatan, kedudukan, termasuk kemahasiswaan, dll, dll, kalau tidak digunakan untuk dakwah? Untuk apa nama besar kalau tidak dipakai untuk menolong agama Alloh? Kata Nabi Isa: “Man anshorii ilalloohi? – Siapakah yang bersedia menolong Alloh? Kanggo naon - untuk apa? Fa aina tadzhabuun? Hendak kemana engkau pergi?
Oleh : Bp . Teddy Suratmadji
Heboh 100 Nama Besar DuniaTahun 1978 dunia heboh dengan terbitnya buku berjudul “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History” tulisan Michael H. Hart. Mengapa heboh? Karena ranking pertama yang paling berpengaruh terhadap sejarah manusia, menurut Hart, adalah Muhammad.
Untuk lengkapnya, Top-10 adalah (urut ranking): 1) Muhammad, 2) Isaac Newton, 3) Jesus Christ, 4) Buddha, 5) Confucius, 6) St. Paul, 7) Ts’ai Lun, 8) Johann Gutenberg, 9) Christopher Columbus, 10) Albert Einstein.Sedangkan 90 nama berikutnya (urut abjad, untuk memudahkan pencarian): Adam Smith 30, Adolf Hitler 39, Alexander Fleming 43, Alexander Graham Bell 42, Alexander the Great 33, Antoine Laurent Lavoisier 20, Antony van Leeuwenhoek 36, Aristotle 13, Asoka 53, Augustus Caesar 18, Charlemagne 97, Charles Darwin 16, Constantine the Great 21, Cyrus the Great 87, Edward de Vere a.k.a. William Shakespeare 31, Edward Jenner 70, Enrico Fermi 76, Ernest Rutherford 56, Euclid 14, Francis Bacon 90, Francisco Pizarro 62, Galileo Galilei 12, Genghis Khan 29, George Washington 26, Gregor Mendel 58, Gregory Pincus 82, Guglielmo Marconi 38.Kemudian Henry Ford 91, Hernando Cortes 63, Homer 98, James Clerk Maxwell 24, James Watt 22, Jean-Jacques Rousseau 78, Johann Sebastian Bach 72, Johannes Kepler 75, John Calvin 57, John Dalton 32, John F. Kennedy 81, John Locke 44, Joseph Lister 60, Joseph Stalin 66, Julius Caesar 67, Justinian I 99, Karl Marx 27, Lao Tzu 73, Lenin 84, Leonhard Euler 77, Louis Daguerre 47, Louis Pasteur 11, Ludwig van Beethoven 45, Mahavira 100, Mani 83, Mao Zedong 89, Martin Luther 25, Max Planck 59, Mencius 92, Menes 96, Michael Faraday 23, Michelangelo 50, Mikhail Gorbachev 95, Moses 15, Napoleon Bonaparte 34, Nicolaus Copernicus 19, Nicoli Machiavelli 79, Nikolaus August Otto 61, Oliver Cromwell 41, Orville and Wilbur Wright 28, Peter the Great 88, Plato 40, Pope Urban II 51, Queen Elizabeth I 94, Queen Isabella I 65, Rene Descartes 49, Shih Huang Ti 17, Sigmund Freud 69, Simon Bolivar 48, St. Augustine 54, Sui Wen Ti 85, Thomas Edison 35, Thomas Jefferson 64, Thomas Malthus 80, ‘Umar ibn al-Khattab 52, Vasco da Gama 86, Voltaire 74, Werner Heisenberg 46, Wilhelm Conrad Roentgen 71, William Harvey 55, William T.G. Morton 37, William the Conqueror 68, Zoroaster 93.
Mengapa Hart yang non-Muslim menempatkan Muhammad di ranking 1? Karena, menurut dia, banyak manusia yang punya pengikut yang sangat besar selain Muhammad. Ada Jesus Christ, ada Buddha, ada Confucius. Tetapi yang mampu sekaligus menjadi politikus dan panglima militer hanyalah Muhammad the son of Abdullah. Alloohu Akbar!
Raja Diraja Dunia
Menurut riwayat Islam, raja yang hebat bukanlah Shi Huang Ti (urutan 17) yang walaupun berumur pendek 40an tahun tapi mampu membangun Tembok Besar Cina. Bukan pula raja-raja Imperium Romawi (urutan 18, 21, 67) yang pada zamannya adalah negara super-power.
Raja diraja dunia menurut riwayat Islam adalah Raja Namrud, Raja Buhtan Ashor, Raja Sulaiman, dan Raja Dzulqornain.Bagi lelaki Muslim yang ingin mengasah naluri keperwiraan, riwayat Dzulqornain yang di dunia Barat disebut Alexander The Great (urutan 33) perlu dipelajari untuk dijadikan dongeng pengantar tidur anak laki-laki. Saat menginjak aqil-balligh, dia belajar filsafat Aristoteles. Jadi bukan membaca sebangsa komik Crayon Sinchan. Saat umur 16an, permainannya adalah berburu singa. Jadi bukan bermain sebangsa gatrik, domino, atau Play Station. Walau umur hanya 32an tahun, tetapi jejak kebesaran yang ditinggalkannya, wah, Masya Allah.Dzulqornain yang arti harafiahnya ‘yang punya 2 tanduk’ adalah julukan seorang raja muda belia yang berkeliling menaklukkan dunia. Silahkan dikaji bacaan-makna-keterangan surat Al-Kahfi ayat 83 sampai dengan 98 tentang kedigjayaannya, tentang perjalanannya ke arah Timur, tentang melihat matahari yang terbenam di lumpur hitam, tentang teknologi ruaaarrr .....- biasa di masa itu: melelehkan tembaga-besi untuk memblokir kaum Yajuj-Majuj yang “dikubur hidup-hidup” diantara 2 gunung!Terjadilah kontroversi. Didalam Al-Quran jelas Dzulqornain menyembah Alloh. Sedangkan menurut sejarah dunia, Alexander The Great sang raja Macedonia menyembah dewa dan dewi. Di tulisan ini, Dzulqornain adalah ya Alexander itu. Argumen pertama, ada analogi riwayat dimana Raja Romawi Heraklius atau di hadits Bukhori disebut Hirokla di amar ma’ruf. Artinya, ya, Alexander awalnya menyembah berhala, tapi lalu bisa saja didalam perjalanannya mendapat hidayah, bukan? Argumen kedua, di Quran disebutkan Dzulqornain berjalan jauuuh ke arah Timur. Di sejarah disebutkan Alexander menaklukkan kerajaan-kekaisaran di Timur Macedonia, sampai menyeberang laut membabat-habis Kaisar Darius dari Persia, hingga ke perbatasan India. Argumen ketiga, diriwayatkan bahwa yang di Al-Quran disebut Dzulqornain, nama aslinya ternyata adalah Iskandar bin Failis. Amat sangat mirip alias sama dengan Alexander the son of Philips, bukan? Namun demikian, umpama saja ketiga argumen di tulisan ini kelak di kemudian hari ternyata keliru, ya sudah, istirja’ saja. Maapin.
Passive Rewards
Apakah manusia mati perlu meninggalkan nama besar? Ternyata enggak, tuh. Sabda Nabi: Idzaa maatal insaanu inqotho’a ‘anhu ‘amaluhuu illaa min tsalaatsin ‘ilmin yuntafa’u bih, wa waladin shoolih, wa shadaqotin jaariyah – Ketika manusia mati putuslah semua amalannya kecuali dari 3 perkara: ilmu yang bermanfaat, anak yang sholih dan shodaqoh jariyah.Berjuanglah untuk husnul khotimah mati dengan baik dan meninggalkan 3 perkara tadi, supaya walaupun sudah di alam kubur pahala terus mengalir, passive rewards. Berjuanglah untuk membela ‘nama baik’ taat agama, taat negara, taat ortu, taat suami, jangan untuk mendapatkan ‘nama besar’ agar terkenal. Ingin tersohor justru berbahaya terhadap niat Karena Alloh. Riya (ingin dilhat), sum’ah (ingin didengar). Ingat ahli perang yang ingin disebut jagoan? Ingat ahli sodaqoh yang ingin disebut dermawan? Ingat ahli ilmu yang ingin disebut orang pandai? BLUNG! Semuanya masuk neraka.
Meninggalkan vs Membawa
Di Surat Al-Baqoroh disebutkan 4 tahap yang dialami manusia, yaitu amwaat – mati sebagai air mani, lalu ahyaa – hidup seperti saat ini, lalu yumiit – dimatikan yang dapat terjadi setiap saat, dan terakhir yuhyii – dihidupkan kembali untuk menghadap Alloh. Nah, berdasarkan hal-hal diatas, yang penting ternyata bukan Checkout dari dunia meninggalkan apa, melainkan Checkin masuk ke alam kubur membawa apa.Tidak ada perintah agama bahwa manusia harus terkenal. Bahkan sebaliknya, tetaplah humble – merendahkan diri. Tidak boleh ada kultus individu. Tasbih-tahmid-takbir-tahlil hanya kepada Alloh dan sholawat hanya kepada Rosulullah. Tidak ada di hati sanubari penyaksian kebesaran manusia lain selain penyaksian kebesaran dua kalimah syahadat yang sehari 10 kali diucapkan. Dengan cara itulah agama Islam dapat terus dimurnikan. Indah sekali, bukan?Atas qodar Alloh, ternyata banyak yang memiliki nama besar. Tetapi untuk apa nama besar kedarahbiruan, keningratan, kesarjanaan, keproffesoran, kejenderalan, kekonglomeratan, keartisan, keaktoran, keselebritian, kepemudaan, ketokohan, keterkenalan, ketersohoran, kepangkatan, kedudukan, termasuk kemahasiswaan, dll, dll, kalau tidak digunakan untuk dakwah? Untuk apa nama besar kalau tidak dipakai untuk menolong agama Alloh? Kata Nabi Isa: “Man anshorii ilalloohi? – Siapakah yang bersedia menolong Alloh? Kanggo naon - untuk apa? Fa aina tadzhabuun? Hendak kemana engkau pergi?
Oleh : Bp . Teddy Suratmadji
Label:
Inspirasi
Tumbuh dan Berkembang di Atas Batu
Pernahkah Anda melihat dan mengamati akar pohon beringin (ficus). Lihatlah bagaimana bentuk dan penjalaran akar beringin. Akar beringin selalu menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran batang dan bentuk cabangnya. Bila cabang menjulur condong ke selatan, maka akar beingin akar ikut tumbuh ke selatan. Selain itu, bentuk dan arah akar beringin berfungsi untuk menopang berat pohon bagian atas. Cengkaraman akar yang menonjol di permukaan tanah ini bukti kuat bahwa pohon beringin akan kokoh menghadapi tantangan lingkungan yang akan bisa menumbangkannya.Hampir semua orang mengatakan, beringin mampu tumbuh di atas batu. Batu yang keras atau bukit berbatu malah menjadi tempat yang nyaman bagi beringin untuk tumbuh. Sungguh menakjubkan karena batu sama sekali bukan tempat yang cocok bagi hampir semua makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang biak.Rahasia mengapa pohon beringin dapat tumbuh di atas batu adalah kemampuan akarnya mencengkram, menelusup, melunakkan dan menjadikan batu menjadi tanah. Batu yang dianggap sebagai penghambat tumbuhnya pohon, bagi beringin merupakan tantangan untuk bisa bertahan dan berkembang. Maka lihatlah betapa menakjubkan bentuk akar beringin yang menjalar dan menembus batu. Akar beringin mencari air dengan menembus celah-celah batu hingga bisa menembus bagian luar batu.Bukit batu yang tadinya tampak gersang dan kering kerontang mulai menghijau. Lambat laun air mulai menetes dari celah-celah batu dan lumut pun mulai tumbuh. Beringin dengan akarnya yang khas telah menjadikan kawasan gunung berbatu sebagai kawasan sumber air. Luar biasa.Sahabat, beringin mengajarkan pada manusia untuk tidak menyerah pada lingkungan yang keras, terbatas bahkan menyakitkan. Sekecil apapun peluang, modal dan penyokong hidup yang kita miliki harusnya menjadi pemicu untuk tetap tumbuh. Celah-celah kecil peluang yang ada harus kita manfaatkan sehingga mampu menembus kokohnya halangan atau rintangan hidup.Namun, bila kesuksesan mulai berkembang dan menjulang, jangan melupakan pijakan dan cengkraman diri agar tidak tumbang oleh tantangan luar. Sebab makin membesar dan menjulang prestasi serta karir kita, terpaan ujian akan maikin keras. Maka sesuaikan berkembangnya kesuksesan kita dengan pondasi dan cengkraman iman yang juga kuat.Maka keindahan bentuk pondasi hidup yang menjalar dan mencengkram kuat di “batu” d kita akan meneteskan manfaat berupa kejernihan “air” dan kesegaran “udara” manfaat bagi banyak orang. (Achmad Siddik Thohasiddikthoha@yahoo.com)
Label:
Inspirasi
Langganan:
Postingan (Atom)