Today, i am so hopeless about love....
I am really afraid to be lonely....
lonely without friend, whithout love, without you
I really need you to cry on and to laugh together.
to make me fell better
to fullfill my heart with your love
It's all about me. aku adalah aku, yang kadang aku pun tak mengerti siapa aku, bagaimana aku dan apa mauku.
Sabtu, 24 Juli 2010
Selasa, 06 Juli 2010
Thesis part 4
Ya Alloh....aku mentok ngolah tesis. Gimana nih???? Bingung......!!!!!
Sebenernya apa yang salah sih??? aku tahu kalo aku salah, tapi ga tahu sebelah mana salahnya. Kok hasilnya tidak seperti yang aku inginkan. Kok ujung-ujungnya tidak sesuai dengan teori yang aku pegang. Tolong aku Ya Alloh. Dah berbulan-bulan ini aku mentok pada satu hal ini. Dan tidak ada progress sedikitpun. Padahal dah diburu buat sidang dan harus wisuda secepatnya. Apa yang harus kulakukan lagi ya??? Aku harus konsultasi ke siapa ya. Mo ke pembimbing? ah rasanya dah hopeless. Palingan juga bu prof sebagai pembimbing petama hanya akan bilang " sok dibaca lagi teorinya". Untuk pembimbing dua pun kayaknya lebih hopeles. Emang sih kalo dalam hal software, pembimbing dua-ku patut dapet empat jempol. Tapi sorry to say, kayaknya teori tentang tesisku, beliau kurang paham deh. Mau ke konsultan statistik, kayaknya malah lebih hopeless lagi. Bukan bermaksud melecehkan. Tapi kayaknya mereka malah ga ngerti sama sekali tentang materi yang ku bahas sekarang. Konsultan statistik kan palingan buat mahasiswa2 jurusan sosial yang statistiknya cekak. Jangan2 malah aku yang harus ngajarin mereka kalo aku kesama. Ato jangan2 malah diajak gabung sekalian sebagai konsultan. Hehehehe...Inilah bedanya skripsi S1 dan tesis S2. Pembimbing bukanlah malaikat serba tahu yang selalu akan memberi jawaban memuaskan setiap kali ditanya. Tesis adalah pelajaran kemandirian yang paling berharga. Belajar sendiri, bingung sendiri, nyari referensi sendiri, puyeng sendiri dan ujung-ujungnya stress sendiri. Yah Beginilah tesis. Kapan perjuangan ini akan berakhir....????? Tesis aja dah kayak gini apalagi disertasi ya? Huwaaa....ga bisa bayangin, apalagi yang ngambil S3 statistik juga. Kan harus nemuin teori baru. Ini aja cuma ngulas teori yang udah ada puyeng banget, apalagi nemuin teori baru. Kalo inget tesis yang ampun-ampuanan kayak gini, rasanya males ngelanjutin S3. Tapi hasrat itu tetap masih ada walau kadang aku ngerasa ga sanggup. Ah...mikir S3 ntar dulu lah. Sekarang kelarin aja dulu perjuangan tesis yang udah dipanggil-panggil buat wisuda. Ya Alloh...give me inspiration and Your Help. Please....
Sebenernya apa yang salah sih??? aku tahu kalo aku salah, tapi ga tahu sebelah mana salahnya. Kok hasilnya tidak seperti yang aku inginkan. Kok ujung-ujungnya tidak sesuai dengan teori yang aku pegang. Tolong aku Ya Alloh. Dah berbulan-bulan ini aku mentok pada satu hal ini. Dan tidak ada progress sedikitpun. Padahal dah diburu buat sidang dan harus wisuda secepatnya. Apa yang harus kulakukan lagi ya??? Aku harus konsultasi ke siapa ya. Mo ke pembimbing? ah rasanya dah hopeless. Palingan juga bu prof sebagai pembimbing petama hanya akan bilang " sok dibaca lagi teorinya". Untuk pembimbing dua pun kayaknya lebih hopeles. Emang sih kalo dalam hal software, pembimbing dua-ku patut dapet empat jempol. Tapi sorry to say, kayaknya teori tentang tesisku, beliau kurang paham deh. Mau ke konsultan statistik, kayaknya malah lebih hopeless lagi. Bukan bermaksud melecehkan. Tapi kayaknya mereka malah ga ngerti sama sekali tentang materi yang ku bahas sekarang. Konsultan statistik kan palingan buat mahasiswa2 jurusan sosial yang statistiknya cekak. Jangan2 malah aku yang harus ngajarin mereka kalo aku kesama. Ato jangan2 malah diajak gabung sekalian sebagai konsultan. Hehehehe...Inilah bedanya skripsi S1 dan tesis S2. Pembimbing bukanlah malaikat serba tahu yang selalu akan memberi jawaban memuaskan setiap kali ditanya. Tesis adalah pelajaran kemandirian yang paling berharga. Belajar sendiri, bingung sendiri, nyari referensi sendiri, puyeng sendiri dan ujung-ujungnya stress sendiri. Yah Beginilah tesis. Kapan perjuangan ini akan berakhir....????? Tesis aja dah kayak gini apalagi disertasi ya? Huwaaa....ga bisa bayangin, apalagi yang ngambil S3 statistik juga. Kan harus nemuin teori baru. Ini aja cuma ngulas teori yang udah ada puyeng banget, apalagi nemuin teori baru. Kalo inget tesis yang ampun-ampuanan kayak gini, rasanya males ngelanjutin S3. Tapi hasrat itu tetap masih ada walau kadang aku ngerasa ga sanggup. Ah...mikir S3 ntar dulu lah. Sekarang kelarin aja dulu perjuangan tesis yang udah dipanggil-panggil buat wisuda. Ya Alloh...give me inspiration and Your Help. Please....
Label:
Perjuangan
Kamis, 01 Juli 2010
Next Obsesion...
Aku pengen ke Jepang...!!!!!
Katakanlah ini adalah obsesiku selanjutnya setelah obsesi S2 dan menjadi sunda people terwujud. Sebenernya kalo yang obsesi S2 emang udah bener-bener terwujud, cuma tinggal gelar Master yang belum terwujud. InsyaAlloh beberapa bulan lagi, obsesi S2 menjadi sempurna dengan gelar Master di belakang namaku. Nah untuk obsesi menjadi "sunda people" bisa dibilang belum terwujud. Tapi lumayanlah udah setahun ini bisa bergaul dan banyak bicara bahasa sunda. Secara...S2 ku di Bandung gitu loh. Jadi dah berasa jadi orang sunda beneran gitu loh.....hehehehe....(maksa.com)
Now...next obsesion adalah Jepang. Kalo ga bisa S3 disana, yah setidaknya aku pengen banget menginjakkan kakiku di negeri sakura itu. Sekali lagi...ga ada alasan mendasar kenapa aku pengen sekali ke Jepang. Sama tidak mendasarnya dengan keinginanku jadi orang sunda. Entahlah. Kadang emang kecintaan akan sesuatu tidak memerlukan alasan bertele-tele. Kalo suka ya suka aja. Kalo pengen ya pengen aja. Ga harus ada alasan. Aku bukan penyuka komik jepang, bukan penyuka makanan jepang, bukan penyuka artis jepang, tapi entah mengapa everything about Japan feel so wonderfull. Duh Gusti Kang Murbeng Dumadi, Gusti Alloh pengabul segala doa hambaNya. Kabulkanlah keinginanku untuk bisa ke Jepang. Amiiin.
Katakanlah ini adalah obsesiku selanjutnya setelah obsesi S2 dan menjadi sunda people terwujud. Sebenernya kalo yang obsesi S2 emang udah bener-bener terwujud, cuma tinggal gelar Master yang belum terwujud. InsyaAlloh beberapa bulan lagi, obsesi S2 menjadi sempurna dengan gelar Master di belakang namaku. Nah untuk obsesi menjadi "sunda people" bisa dibilang belum terwujud. Tapi lumayanlah udah setahun ini bisa bergaul dan banyak bicara bahasa sunda. Secara...S2 ku di Bandung gitu loh. Jadi dah berasa jadi orang sunda beneran gitu loh.....hehehehe....(maksa.com)
Now...next obsesion adalah Jepang. Kalo ga bisa S3 disana, yah setidaknya aku pengen banget menginjakkan kakiku di negeri sakura itu. Sekali lagi...ga ada alasan mendasar kenapa aku pengen sekali ke Jepang. Sama tidak mendasarnya dengan keinginanku jadi orang sunda. Entahlah. Kadang emang kecintaan akan sesuatu tidak memerlukan alasan bertele-tele. Kalo suka ya suka aja. Kalo pengen ya pengen aja. Ga harus ada alasan. Aku bukan penyuka komik jepang, bukan penyuka makanan jepang, bukan penyuka artis jepang, tapi entah mengapa everything about Japan feel so wonderfull. Duh Gusti Kang Murbeng Dumadi, Gusti Alloh pengabul segala doa hambaNya. Kabulkanlah keinginanku untuk bisa ke Jepang. Amiiin.
Label:
Obsesi
Menanti Cinta
Tulisan ini sebenernya hanyalah sebuah teks lagu Ost. Ketika Cinta Bertasbih ciptaan Melly Goeslow.
Kenapa aku tuliskan di blog ku? Karena isinya gw banget....hehehe..
Menanti Cinta
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun guru mampu menjawab
Hanya pada-Mu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana manantikan cinta dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Namun harus kuikhlaskan semua kasih cintaku Pada-Mu
Kenapa aku tuliskan di blog ku? Karena isinya gw banget....hehehe..
Menanti Cinta
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun guru mampu menjawab
Hanya pada-Mu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana manantikan cinta dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Namun harus kuikhlaskan semua kasih cintaku Pada-Mu
Label:
Rajutan
Langganan:
Postingan (Atom)