It's all about me. aku adalah aku, yang kadang aku pun tak mengerti siapa aku, bagaimana aku dan apa mauku.
Minggu, 30 September 2012
Review drakor "Can You Hear My Heart"
Yup akhirnya...aku rampung juga menamatkan drama korea "Can You Hear My Heart" sebanyak 30 episode. Setelah weekend ku harus kukorbankan untuk satu judul drama korea itu, aku merasa perlu untuk melakukan review dari dama itu. Ga tau ya, pengen aja nulis sesuatu tentang apa yang baru aja ku tonton. Selama ini sih aku kalo nonton drama, begitu selesai, ya udah gitu aja. Kok lama2 setelah kupikir, kayak ga berkesan gt. Padahal drama yang kutonton selama ini bagus2. Ga semuanya bagus sih, cuma hampir semuanya bagus.
Ok balik lagi ke drama korea dengan judul "Can You Haer My Heart". Sebenernya aku akhirnya memutuskan untuk membeli DVD drama itu setelah drama itu ditayangkan di televisi berlambang ikan terbang. Dan karena aku ngikutin tiap hati, ujung2nya aku penasaran dengan akhirnya dan agak bingung juga dengan awal2 kisahnya, akhirnya keputusan untuk membeli DVD nya kubulatkan. Heheheh...
Setelah nonton drakor itu, ada beberapa hal yang bisa kupetik:
1. Selama ini, kita kadang kurang menyadari atas kenikmatan berupa pendengaran yang kita miliki.
Dalam drakor ini menceritakan tentang seseorang yang mengalami kecelakaan saat berusia 13 tahun dan menyebabkan dia kehilangan pendengaran untuk selamanya. Sejak kecelakaan itu, dia sempat mengalami masa sulit dimana dia tidak mau bicara karena frustasi dan tertekan. Jadi butuh waktu setahun sehingga dia akhirnya mau bicara. Itupun setelah melewati perjuangan berat dari sang ibu yang sangat mencintai anak lelaki kandung satu-satunya. Akhirnya, setelah dia mau bicara, dia mulai mempelajari bahasa bibir setiap orang sehingga dia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Alhasil dia bisa terlihat seperti orang normal dan hanya beberapa orang saja yang tahu kalau dia sebenarnya tuli, yaitu sang ibu, sang kakak angkat dan dokter pribadinya. Dari berbagai adegan yang menunjukkan bahwa bagaimanapun juga seorang yang tuli tidak bisa sepenuhnya berpura2 jadi orang normal, aku tuh jadi ngerasa bahwa selama ini, kita tuh kadang kurang menyukuri bahwa kita telah diberi kenikmatan yang tak terkira berupa pendengaran. Memang ya, kadang kita tidak menyadari apa yang kita miliki sampai kita kehilangan hal tersebut. Itulah manusia.
2. Kita tidak akan pernah tahu jodoh kita akan datang dari mana.
Dalam drama ini diceritakan bahwa pemeran utama laki-laki dan pemeran utama perempuan sudah bertemu sejak sang perempuan berumur 9 tahun dan sang laki-laki berumur 13 tahun. Yah semacam pertemuan tidak disengaja gitu deh. Sejak pertemuan pertama, mereka bertemu beberapa kali sesudahnya dan akhirnya bertemu lagi setelah 16 tahun kemudian. Setelah 16 tahun berlalu, mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Pada saat itu sang laki-laki sudah kehilangan pendengarannya, tetapi dia selalu ingat suara dari sang wanita. Pada akhir2 episode, sang laki-laki mengatakan bahwa sebenearnya sejak pertemuan mereka yang pertama kali, 16 tahun lalu, dia sudah menyukai sang perempuan. Yah mungkin semacam cinta monyet gitu. Namun akhirnya cinta itu semakin terpupuk setelah mereka bertemu lagi ketika mereka sudah dewasa. Hmmm...itulah namanya jodoh. Kita tidak pernah tahu jodoh kita siapa dan akan datang dari mana. Seperti dalam drama itu, siapa yang akan mngira bahwa mereka bisa bertemu lagi setelah 16 tahun. Mungkin kalo aku sendiri, kenangan 16 tahun yang lalu ku udah ga tau kemana. Ga tau kenapa aku seneng banget dama dram2 korea yang dia selalu ada hubungan dengan masa kecil. Bagiku, kenangan masa kecil itu murni. Apa yang mereka rasakan belum tercampur oleh hal-hal duniawi apapun. Semuanya masih murni pemikiran seorang anak kecil. Sebenernya banyak drakor yang pemeran utamnya sebenernya dah ketemu saat mereka kecil. Berapapun banyaknya itu, aku tetep suka tema yang seperti ini.
3. Cinta itu menerima
"Menerima" disini maksudku adalah menerima segala kekurangan maupun kelebihan dari pasangan. Mungkin ini kali ya yang disebut orang-orang sebagi cinta sejadi. Hehehee...Di dalam drama ini dikisahkan bahwa pemeran utama pria adalah orang tuli dan pemeran utama wanita adalah wanita normal tetapi memiliki ayah tiri seorang yang punya keterbelakangan mental. Sebagai seorang anak tiri, pemeran utama wanita sangat sayang dengan ayahnya yang idiot yang mungkin bagi sebagian orang menjadi sesuatu yang memalukan. Namun dengan latar belakang keduanya yang masing-masing memiliki kekurangan, mereka berdua bisa menerima kekurangan satu sama lain dan tidak merasa malu dengan pasangannya. Duh, siapa ya orang yang bisa menerima aku apa adanya? :)
4. Karakter pemeran utama yang berhati malaikat.
Walaupun karakter pemain dari drama ini hanya rekaan dari sutradara, tapi aku tetep seneng tuh. Dan aku masih tetap percaya bahwa orang yang memiliki hati malaikat itu masih tetep ada. Pemeran utama dalam drama ini mengalami konflik dengan kakak angkat yang sangat dia sayangi selama 16 tahun. Dan sejak konflik tersebut, sang kakak angkat berubah 180 derajat, menjadi seseorang yang jahat dan ingin menghancurkan sang adik. Meskipun demikian, sang adik menanggapinya dengan tenang, tidak membalas kejahatan sang kakak dengan kejahatan pula. Tetapi dia tetap berusaha membuat kakak angkatnya sadar kembali seperti sebelumnya. Selain itu, pemeran utama wanita juga punya hati yang tak kalah baik. Dia tak pernah malu mempunyai ayah tiri yang seorang idiot. Dan dia juga tidak pernah berhenti berupaya membuat kakak tirinya kembali menjadi orang baik.
Label:
Review
Kamis, 27 September 2012
Curhat Galau Seorang Dia
Hari ini aku pengen cerita tentang kejadian semalem. Apaan tuh? Yak, semalem seorang teman lama yang berada nun jauh disana menelponku. Sebenernya ga ada yang spesial dengan telpon dari dia. Cuma aku ngerasa ada yang beda aja. Ups, jangan negatif thinking dulu. Ngerasa spesial bukan berarti dia itu pesial ya? Mungkin bahasa yang tepat bukan spesial tapi "heran". Heran karena itu anak tiba2 telpon utntuk sesuatu yang ga pernah aku sangka. Dia curhat kepadaku sodara-sodara. hahahaha.... Ternyata semalem dia sedang galau dan dia mencari seseorang yang bisa diajak ngobrol, walaupun itu jauh. Dan akulah yang terpilih jadi seseorang yang harus mendengar kisahnya. Sebenernya sih cerita dia ga jauh dari urusan cinta dan wanita. Klasik. Cowok galau, apalagi kalo bukan karena seorang wanita. Dan semalem, rasanya aku jadi penasehat percintaan. Jiaaah...sorry ya, kamu salah orang sepertinya. Penasehat mu ini baru tau teori tapi prakteknya masih nol besar. Aku dan dia emang dah deket dari dulu. Mungkin lebih tepatnya akrab kali ya. Selama ini dia udah kuanggap jadi adek ku sendiri. Dengan tugas tambahan jadi guardian angel ku di mess, waktu aku masih di kendari. Jiah...guardian angel?? Ini guardian angel dalam arti sebenarnya ya. Kan udah ku bilang jangan berpikiran negatif dulu dengan istilah-istilah yang kupakai di tulisan ini. Ok, balik lagi ke guardian angel. Pasti ada alasan dong kenapa aku nganggap dia guardian angel. Karena pada saat aku di kendari (saat itu aku tinggal di rumah dinas, sendiri), cuma dia satu2 nya orang yang selalu kumintain tolong apapun. Mulai dari bantuin benerin listrik, nitip beli makan sampe nebeng kalo ke kantor. Sebenernya dia bukan satu2nya cowok yang tinggal di mess. Cuma aku selalu merasa lebih nyaman kalo minta tolong ke dia. Terlebih lagi, dia orangnya selalu ringan tangan dan hampir tidak pernah menolak kalo aku mintain tolong. Kalopun dia nolak, pasti ada alasan yang sangat kuat atas penolakkanya itu. Dan sekarang setelah aku pindah ke Jakarta hampir setahun, tiba2 dia telpon untuk curhat tentang kegalauannya. Dan tak terasa semalam telponnya lebih dari satu jam. Pada saat aku masih di kendari, hanya sesekali aku dan dia ngobrol serius yang sampai lama gitu. Itupun biasanya ngobrolin cewek. Duh jadi inget, selama aku di kendari, masalah tuh anak ga pernah jauh2 dari masalah cinta dan perempuan dan itu semua tidak lepas dari perhatianku. Dari dia pacaran sama anak baru dari Jakarta yang penempatan sultra, terus dia pacaran lagi sama orang Kendari dibelakang orang jakarta itu, terus dia putus sama orang jakarta itu, terus dia pendekatan lagi sama adik salah satu pegawai di kantor dan ga disetuhui sama kakak dan orang tua tuh cewek. Semua kisah cinta yang ga jelas juntrungannya dan sempat menghebohkan orang kanto itu semua tak lepas dari perhatianku sebagai seseorang yang merasa diriku sebagai seniornya. Dan dengan nyamannya aku ngomelin dia karena semua kisah yang dia buat itu. Kenapa aku harus ngomelin dia? Apa pasal? Sebenernya sebagai seorang kakak, aku ga ingin ikut campur tentang masalah seseorang terlalu jauh. Tapi pada akhirnya aku ngerasa perlu klarifikasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mengingat sampai saat itu, aku mendengar cerita banyak versi dari berbagai pihak. Dan semuanya memojokkan dia. Disamping itu, semua temen2 di kantor "nyuruh" aku untuk memarahi dan menasehati dia, mengingat bahwa aku satu2nya senior yang dianggap deket dengan dia. Duh kalo ngingat hal itu, rsanya pengen kujitak lagi anak itu. Menasehatin dia itu rasanya sesuatu banget. Bukan sesuatu gimana tapi ngeyelnya itu lho. Anaknya sih kecil, tapi ngeyelnya minta ampun. Ditambah kadang2 aku juga ga paham sama maksud pembicaraannya. Hahahaha....Itu juga yang kualamai semalam. Kadang emang klo ngobrol bareng dia tuh kadang ga nyambung. Berasa roaming gt. Kadang aku ngerasa, ini dia yang obrolannya ga nyambung ato aku yang daya dong nya rendah ya? Hahahaha.... Yah anggap aja deh itu resiko ngobrol sama anak kecil. Duh sok tua gue.
Label:
Rajutan
Langganan:
Postingan (Atom)